Kopdar, Turing Chapter, Baksos dan Jambore adalah agenda rutin yang selalu bergulir dari waktu ke waktu untuk menunjukan existensi dan kebersamaan sesama anggota Forescom. Masing masing orang punya alasan yang bisa dibilang cukup unik dalam mengikuti proses ini, mulai dari kerinduan kumpul dengan teman teman untuk saling sharing, melepas penat rutinitas pekerjaan, atau bahkan ingin mejelajah tempat tempat yg tidak mungkin dijangkau oleh pribadi masing masing dan masih banyak alasan lain yang cukup membuat kita takjub.

Suara radio panggil (HT) selalu berkumandang tanpa henti baik dari RC, Sweaper bahkan dari para anggota yg selalu semangat. Kata kata lambung kanan, slowdown, speedUp, KR, lineUp, ganjel kanan, ganjel kiri, cepet..cepet..cepet, bahkan kata kata yg unik sering muncul seperti “gembel”, “aku tuh gak bisa diginiin”┬ádan nyayian sumbang tak pernah hilang dari radio panggil, keluarga terbahak bahak mendengar itu semua dan rasa kantuk diperjalanan hilang seketika mendengar celotehan tanpa putus sebelum batere habis.

Disetiap kegiatan kegiatan tersebuat selalu ada cerita-cerita yang mengharukan dan tidak mungkin terlupakan mulai dari panitia yg tidak mengenal lelah meluangkan waktu, tenaga, dana bahkan sampai meninggalkan istri dan anak sejenak demi kesuksesan acara walaupun bertemu mereka bisa dibilang seminggu sekali, kemudian ada cerita tentang kesetiakawanan menunggu kawan kawan yg tertinggal saat konvoi atau yg terlambat datang, kendaraan yg disenggol motor bahkan sampai kendaraan yang terperosok karena faktor lelah yang kadang tidak dihiraukan oleh para member.

Semua proses kegiatan terkemas dalam canda tawa, letih lesu bahkan sampai baper hingga left dari group karena perbedaan pendapat yg sudah biasa terjadi dalam suatu organisasi bahkan tak jarang panitia yg mengalah mendapat tempat menginap yang kurang bagus demi kebahagian teman teman lain. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat teman teman untuk terus maju seperti semboyan Forescom “Maju terus, terus maju”. Sungguh semangat yang tiada habisnya.

Dari sekian rangkaian panjang kegiatan yg sudah dilakukan mulai dari Ujung kulon, Tanjung Lesung, Anyer, Sawarna, Citarik, Tasik, Garut, Bandung, Subang, Purwakarta, Cirebon, Kuningan, Pekalongan, Dieng, Semarang, Banyuwangi, Luar Jawa seperti Lampung, Bali, Kalimantan dan sebentar lagi Jambore ke 2 di Jogja-Magelang, ada sebuah kisah yang sangat mengharukan dan mungkin bisa mengajak kita untuk merenungkan sejenak makna sebuah semangat dan perjuangan demi sebuah persahabatan dan persaudaraan.

Sebuah cerita dari Jambore 1 yang meyisakan sebuah kenangan haru dari beberapa teman teman dimana euforia yang dirasakan akhirnya harus pupus ditengah jalan karena harus membatalkan perjalanan dan ada yang harus putar balik saat hari keberangkatan dikarenakan ada berita duka atau salah satu anggota keluarga masuk rumah sakit karena sakit keras. Membatalkan sebuah perjalanan yang indah dan sudah direncanakan jauh jauh hari adalah sebuah keiklasan yang harus dijalankan walaupun dengan perasaan sedih karena keluarga adalah tetap prioritas utama.

Kini waktu berjalan hampir 1 tahun dan kesedihan itu mungkin bisa terobati dengan adanya Jambore ke 2. Euforia muncul kembali dan masing masing orang mempersiapkan diri untuk ikut berperan mensukseskan acara ini. Tetapi dibalik kegembiraan tersebuat masih menyisakah keharuan dan kesedihan yang dialami oleh para sahabat. Mungkin kata tidak ikut lagi adalah keputusan yang berat tapi apa daya kondisi lah yg memaksa untuk membatalkan niat untuk mengikuti Jambore 2. Tapi ini bukan akhir dari sebuah cerita karena apapun kondisinya dan mungkin harus kehilangan kendaraan tetapi teman, sahabat tidak akan hilang begitu saja karena Forescom bukan semata mata fisik Ecosport tapi sebuah ikatan batin yg tidak akan hilang ditelan waktu.

Bersenang senanglah karna hari ini akan kita rindukan dihari nanti

Bersenang senanglah karna hari ini akan kita banggakan dihari tua

Semoga kita slalu menjadi kisah klasik untuk masa depan

Forescom Maju Terus, Terus Maju